Sri Mulyani “Tepok Jidat” Hadapi Ketidakpastian Ekonomi Global

Berita2250 Views

1. Kenapa Katanya “Permanen”?

Sri Mulyani menjelaskan kalau penyebab gejolak saat ini bukan cuma peristiwa sesaat seperti pandemi atau bencana alam—melainkan struktur baru dalam sistem global. Ada pergeseran pola ekonomi dan politik yang sifatnya jangka menengah panjang (suara.com).

2. Unilateralisme & Tarif Impor AS

Salah satu penyebab terbesar: kebijakan sepihak Amerika Serikat. AS menerapkan tarif impor—bahkan disebut “liberation day”—ke semua mitra dagang, tanpa landasan institusi multilateral (suara.com). Ini bikin tata kelola global berubah pakemnya.

3. Lembaga Multilateral Kehilangan Arah

Menurut Sri Mulyani, organisasi global kayak WTO, IMF, dan World Bank makin dipandang kurang efektif. Banyak negara lebih suka menyelesaikan sengketa secara bilateral, bukan lewat multilateral seperti sebelumnya (suara.com).

4. Apa Dampaknya ke Kita di Indonesia?

  • Pasar keuangan bisa makin volatile: rupiah, IHSG, dan dolar berpotensi naik-turun drastis (ekbis.sindonews.com).
  • Pemerintah perlu siap-siap: bikin kebijakan fiskal yang fleksibel & antisipatif, menjaga stabilitas ekonomi .
  • Pelaku usaha dan kita sebagai konsumen harus lebih waspada terhadap lonjakan harga dan perubahan rantai suplai akibat kebijakan global.
Baca Juga:  VIRAL! Sulut United Mengenalkan Desain Terbaru Jersey Tim

💬 Diskusi Seru!

  • Menurut kamu, apakah ketergantungan RI pada institusi global seperti WTO masih relevan?
  • Apa pengalaman kamu selama ini terkait gejolak harga akibat kondisi global?

Ayo ngobrol di kolom komentar! 😊

Sri Mulyani memperingatkan: ketidakpastian ekonomi global bisa jadi tren jangka panjang, bukan sekadar tantangan sementara. Sebab: unilateralisme AS, melemahnya peran WTO/IMF, dan konflik geopolitik. Artinya, Indonesia dan kita semua perlu lebih siap mental dan strategi—apakah itu dari sisi kebijakan, keuangan, hingga pola konsumsi.