1. Siapa Henry Walukow dan Apa Isunya?
Henry Walukow, tokoh penting dalam proses penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), angkat suara soal usulan tenggat 10 hari untuk mencapai kesepakatan substansi. Dia menyoroti potensi multi tafsir jika batas waktu ini tidak diformulasikan jelas (beritamanado.com).
2. Batas 10 Hari → Cermati Hitungan Mulai & Akhirnya
Henry menekankan bahwa “10 hari” ini bisa menimbulkan kebingungan: apakah dihitung sejak dokumen ditetapkan, dokumen diserahkan, atau saat mulai dibahas? Inilah kenapa formulasi tenggat waktu itu harus disepakati dan dikonsultasikan bersama .
3. Risikonya Kalau Multi Tafsir
Kalau tenggat itu kabur:
- Sinting waktu proses jadi tak jelas
- Bisa membuat stakeholder protes atau disengketakan
- Berpotensi memperpanjang proses RTRW, malah jadi kontraproduktif
4. Solusi Henry: Konsultasi dan Perumusan Jelas
Dia mengusulkan agar pemerintah daerah dan lembaga terkait:
- Konsultasikan publik: agar semua pihak tahu hitungannya mulai kapan
- Rumusan resmi jelas: putuskan apakah dihitung hari kerja atau kalender
- Dokumen pedoman: agar semua orang punya referensi yang sama
💬 Ayo, Saling Berpendapat!
- Kamu setuju nggak sih tenggat kayak gini perlu diuraikan detail sejak awal?
- Pernah mengalami kebingungan soal “batas waktu” dalam proyek atau tugas? Ceritakan pengalamanmu!
Yuk, share di kolom komentar! 😊
Usulan tenggat 10 hari dalam kesepakatan substansi RTRW punya potensi konflik tafsir kalau tidak dirumuskan dengan tepat. Henry Walukow mengingatkan pentingnya konsultasi publik dan rumusan resmi agar proses tata ruang berjalan lancar, terstruktur, dan bisa dipertanggungjawabkan.






