Pegiat Anti Korupsi Tantang Gubernur Sulut: “Jangan Cuma Omdo, Tangkap Mafia Solar Sekarang!”

Uncategorized6475 Views

Manado, 29 September 2025 – Komitmen Gubernur Sulawesi Utara untuk memberantas mafia solar dinilai hanya sebatas janji manis politik jika tidak segera dibuktikan dengan langkah nyata. Ketua Harian DPP LSM INAKOR, Rolly Wenas, bahkan secara tegas menantang gubernur untuk membuktikan omongannya di lapangan, bukan sekadar jual retorika di media.

“Rakyat sudah muak! Nelayan, petani, dan pelaku usaha kecil yang seharusnya menikmati subsidi solar malah jadi korban permainan kotor mafia. Jangan lagi rakyat kecil dijadikan tameng, sementara aktor besar yang punya jaringan politik-ekonomi tetap aman,” sindir Rolly dengan nada keras.

Fenomena mafia solar di Sulut disebut bukan hal baru. Penimbunan, permainan harga, hingga pengalihan distribusi BBM bersubsidi sudah lama berlangsung. Mirisnya, praktik ini justru diduga mendapat backing dari oknum aparat dan elite politik tertentu.

LSM INAKOR menegaskan, jika gubernur serius, ada beberapa langkah yang tidak bisa ditawar:

  1. Koordinasi total dengan APH (kepolisian, kejaksaan, TNI) untuk menindak mafia dari level lapangan hingga otak intelektual.
  2. Transparansi penuh distribusi BBM lewat digitalisasi dan keterbukaan data.
  3. Stop tebang pilih – jangan hanya pelaku kecil yang dikorbankan.
  4. Libatkan masyarakat sipil agar laporan penyimpangan tidak mati di meja birokrasi.
  5. Bongkar kasus lama yang mandek di APH demi mengembalikan kepercayaan publik.
Baca Juga:  VIRAL! Pinjaman yang disalurkan kepada UMKM di Sulut mencapai Rp13,40 triliun

“Kalau berani, gubernur harus tunjukkan siapa saja di belakang mafia solar itu. Jangan pura-pura tutup mata hanya karena ada kepentingan politik yang bermain. Kalau tidak bisa, berarti gubernur hanya menambah daftar panjang pejabat yang suka bikin janji kosong,” tegas Rolly.

LSM INAKOR juga menyerukan aparat penegak hukum agar tidak gentar menindak pihak manapun, sekalipun melibatkan oknum berseragam atau pejabat berpengaruh.

Rolly menutup dengan pernyataan pedas: “ASTA CITA jangan cuma jadi jargon di podium. Buktikan di lapangan dengan membersihkan Sulawesi Utara dari mafia solar. Kalau tidak, masyarakat akan menilai gubernur sama saja dengan para pelindung mafia.