Paskibraka Sangihe Siap Jalani Diklat Persiapan 17 Agustus

Berita, Sangihe2600 Views

Seleksi Ketat dari Awal

 

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe menyelenggarakan seleksi calon Paskibraka dari 17 hingga 21 Maret 2025. Seleksi ini diikuti oleh 137 siswa dari berbagai sekolah, terdiri dari 75 putra dan 62 putri.

Dari proses tersebut, pihak panitia memilih 30 siswa terbaik—15 putra dan 15 putri—sebagai calon Paskibraka tingkat kabupaten.

Selain itu, panitia menetapkan dua peserta terbaik akan mewakili Kabupaten Sangihe dalam seleksi di tingkat Provinsi Sulawesi Utara.

 

Pembukaan oleh Bupati dan Tujuan Seleksi

 

Bupati Michael Thungari memimpin langsung pembukaan seleksi tersebut pada 17 Maret 2025 di Papanuhung Santiago Tampungang Lawo, Kecamatan Siau Barat.

Dalam sambutannya, beliau menyatakan bahwa seleksi ini tidak sekadar mencari calon pengibar bendera, melainkan juga menjadi wadah pembinaan karakter dan semangat kebangsaan bagi generasi muda Sangihe.

 

Pusdiklat Intensif Menjelang Upacara

 

Setelah terpilih, 30 calon Paskibraka memasuki tahap pendidikan dan pelatihan (Diklat) yang direncanakan berlangsung dari 4 Agustus hingga 17–18 Agustus 2025.

Baca Juga:  Irjen Kementan Ajak Warga Gereja Manado Tanam Pohon untuk Ketahanan Pangan

Selama periode itu, pihak panitia menggelar latihan fisik, baris-berbaris, hingga pembinaan mental secara intensif untuk mempersiapkan mereka tampil maksimal saat upacara Hari Kemerdekaan RI.

 

Fokus Pembinaan dan Tujuan Akhir

 

Pusat pelatihan memberikan pengalaman nyata dalam disiplin baris-berbaris dan pengibaran bendera pusaka. Selain itu, para peserta mendapatkan pembekalan sikap kebangsaan dan tanggung jawab sebagai wakil daerah.

Pemerintah daerah berharap bahwa calon Paskibraka ini tidak hanya tampil prima pada acara, tetapi juga menjadi duta yang menjunjung tinggi nama baik Kabupaten Sangihe.

 

Tantangan dan Harapan

 

Panitia seleksi memastikan proses berlangsung adil dan transparan meskipun ada kontroversi minor yang sempat beredar. Kepala Kesbangpol Sulut menegaskan bahwa seluruh proses valid dan terbuka untuk publik.

Karena itu, masyarakat dapat percaya bahwa peserta yang lolos benar-benar mereka yang paling layak mewakili daerah.