BNPT Koordinasi dengan Gubernur Sulut Cegah Terorisme
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Eddy Hartono, menggelar pertemuan dengan Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, untuk menjajaki strategi mencegah aksi terorisme.
Dalam diskusi itu, Eddy menyampaikan bahwa pemerintah daerah punya peran penting dalam meredam faham radikalisme sejak dini.
Dia menekankan bahwa pendekatan preventif tampung aspirasi masyarakat dan menguatkan kepercayaan publik.
Lebih lanjut, Eddy meminta seluruh pemangku kebijakan di Sulut untuk melibatkan elemen masyarakat—seperti tokoh agama, tokoh adat, dan organisasi pemuda—dalam upaya deteksi dini.
Selain itu, dia juga menggarisbawahi pentingnya edukasi publik lewat kampanye bahaya radikalisme dan cara melaporkan indikasi yang mencurigakan.
Sinergi Pemerintah Daerah dan Masyarakat
Gubernur Yulius merespon positif usulan ini dan menyatakan bahwa Pemprov Sulut siap mendukung BNPT.
Ia menyebutkan bahwa pihaknya akan menggandeng berbagai pihak, termasuk TNI, Polri, dan ormas lokal, untuk menciptakan jaringan deteksi yang responsif. Dengan demikian, setiap potensi ancaman bisa segera tertangani.
Lebih lanjut, Gubernur menegaskan bahwa kegiatan kampanye kontra radikalisme akan dijalankan secara masif di sekolah, pesantren, dan komunitas lapisan akar rumput.
Ia menilai bahwa upaya itu tidak hanya menumbuhkan kesadaran, tetapi juga memperkuat ikatan sosial yang menjadi tameng efektif terhadap pengaruh ideologi radikal.
Fokus pada Edukasi dan Keterlibatan Pemuda
Ketika berbicara lebih jauh, Eddy Hartono mengingatkan bahwa pemuda punya peran krusial dalam mencegah penyebaran faham ekstrem.
Oleh karena itu, ia mendorong pemerintah dan instansi terkait untuk menyediakan ruang edukasi seperti dialog interaktif dan pelatihan literasi digital.
Tujuannya agar pemuda bisa menjadi agen perubahan yang sehat dan kritis.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan sektor pendidikan untuk menanamkan nilai kebangsaan sejak dini.
Hal ini dia nilai dapat memperkuat rasa persatuan dan mengurangi kerentanan generasi muda terhadap propaganda terorisme.
Aksi Preventif di Ujung Sulawesi
Sebagai penutup, Eddy dan Gubernur sepakat untuk membentuk tim koordinasi antarlembaga di Sulut.
Tim ini akan menyusun rencana aksi mulai dari pemetaan kerawanan daerah, peningkatan kapasitas aparat, hingga pelibatan masyarakat secara langsung.
Implementasi rencana ini bakal dimonitor langsung oleh BNPT bersama Pemprov Sulut.
Dengan begitu, Sulawesi Utara akan memperkuat pertahanan sosial dari akar sambil meningkatkan kewaspadaan publik terhadap ancaman terorisme.
Kombinasi antara edukasi, keterlibatan komunitas, dan kemitraan antarlembaga menjadi strategi utama menumbuhkan kondisi daerah yang aman dan toleran.












