VIRAL! Investasi Asing di Indonesia Turun pada Kuartal Kedua Menjadi $253,3 juta.

Berita716 Views

SULUTVIRAL.COM – Pada triwulan kedua tahun 2023, Posisi Investasi Internasional (PII) Indonesia mengalami penurunan dalam kewajiban neto. Bank Indonesia (BI) mencatat bahwa pada akhir triwulan kedua tahun 2023, kewajiban neto PII Indonesia turun menjadi US$ 253,3 miliar, berkurang dari kewajiban neto pada akhir triwulan pertama tahun 2023 sebesar US$ 254,0 miliar.

Penurunan kewajiban neto ini terutama disebabkan oleh penurunan posisi Kewajiban Finansial Luar Negeri (KFLN) yang lebih signifikan dibandingkan dengan penurunan posisi Aset Finansial Luar Negeri (AFLN), sebagaimana yang diungkapkan oleh BI dalam keterangan resmi pada Senin, 18 September 2023.

Posisi KFLN Indonesia mengalami penurunan seiring dengan berkurangnya utang luar negeri, meskipun surplus investasi langsung terus berlanjut. Data dari BI menunjukkan bahwa pada akhir triwulan kedua tahun 2023, Posisi KFLN Indonesia turun sebesar 0,6% (qtq) menjadi US$ 716,0 miliar dari US$ 720,1 miliar pada akhir triwulan pertama tahun 2023.

BI menjelaskan bahwa penurunan ini terutama disebabkan oleh kewajiban investasi portofolio dan investasi lainnya yang berkurang karena pembayaran surat utang dan pinjaman luar negeri yang jatuh tempo.

Baca Juga:  Toilet Rusak dan Terkunci di Malalayang Beach Walk Manado: Pengunjung Keluhkan Fasilitas yang Tidak Berfungsi!

Sementara itu, kewajiban investasi langsung mengalami peningkatan, menunjukkan keyakinan investor terhadap prospek ekonomi domestik yang tetap positif di tengah ketidakpastian keuangan global yang meningkat.

Perkembangan posisi KFLN juga dipengaruhi oleh penurunan nilai instrumen keuangan domestik sejalan dengan penurunan harga saham dan penguatan nilai tukar dolar AS terhadap sebagian besar mata uang global, termasuk Rupiah.

Posisi AFLN Indonesia juga mengalami penurunan karena transaksi cadangan devisa yang sejalan dengan kebutuhan valas untuk membayar utang luar negeri pemerintah dan mengantisipasi likuiditas valas perbankan. Posisi AFLN pada akhir triwulan kedua tahun 2023 mencapai US$ 462,7 miliar, mengalami penurunan sebesar 0,7% (qtq) dari US$ 466,1 miliar pada akhir triwulan sebelumnya.

Penurunan ini terutama disebabkan oleh berkurangnya aset cadangan devisa karena kebutuhan pembayaran utang luar negeri pemerintah dan meningkatnya aktivitas ekonomi.

Namun, posisi aset investasi langsung, investasi portofolio, dan investasi lainnya mengalami peningkatan. Penurunan posisi AFLN juga dipengaruhi oleh penurunan harga aset dan penguatan nilai tukar dolar AS terhadap beberapa mata uang negara tempat aset ditempatkan.

Baca Juga:  Asian Games 2022 - Rahmat Erwin Raih Emas ke-5 untuk Indonesia dengan Rekor Dunia

BI menyatakan bahwa PII Indonesia pada triwulan kedua tahun 2023 tetap kuat, mencerminkan ketahanan eksternal, dengan rasio kewajiban neto PII Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada kisaran 18,7%, lebih rendah dibandingkan dengan triwulan sebelumnya sebesar 19,0%. Struktur kewajiban PII Indonesia didominasi oleh instrumen berjangka panjang (94,2%), terutama dalam bentuk investasi langsung.

Bank Indonesia meyakini bahwa kinerja PII Indonesia akan terus baik seiring dengan upaya pemulihan ekonomi nasional setelah pandemi Covid-19, yang didukung oleh kebijakan Bank Indonesia, Pemerintah, dan otoritas terkait lainnya. Namun, BI juga akan terus memantau potensi risiko terkait kewajiban neto PII terhadap perekonomian.