Manado, SW – Dari belakang layar ke garis depan politik Sulut — Michael dan Veldy Umbas jadi figur strategis, bisa disebut ‘shadow cabinet’ pemerintahan Olly.
Kiprah Michael Frankwin Umbas
1. Arsitek Kampanye Kemenangan Pilkada
Michael menjadi konsultan strategis dalam kampanye Pilkada Sulut 2015 dan 2020 untuk pasangan Olly–Steven. Ia turut merancang narasi kampanye yang mengusung visi “Membumikan Trisakti melalui Nawacita” dan berhasil membentuk citra kuat OD–SK sebagai pasangan pemimpin visioner.
2. Jembatan Komunikasi Daerah–Nasional
Sebagai Ketua Umum Relawan Arus Bawah Jokowi (ABJ) dan tokoh komunikasi publik PDIP, Michael mengawal dukungan relawan akar rumput dan menyambungkan agenda pembangunan Sulut dengan kebijakan pusat. Misalnya, ia mendampingi Gubernur Olly berkonsultasi dengan Menkop UMKM terkait program pemberdayaan UMKM di Sulut pada 16 September 2021 ([manadopost.jawapos.com][1]).
3. Komisaris BUMN & Staf Khusus
Dengan latar belakang Staf Khusus Gubernur Sinyo Sarundajang dan Komisaris Utama Pelita Air, Michael membawa infastruktur birokrasi dan jaringan nasional ke dunia perpolitikan Sulut dan nasional.
Peran Veldy Reynold Umbas
1. Ketua DPD SPRI dan HIPPI Sulut
Sebagai Ketua Serikat Pers Republik Indonesia (SPRI) dan HIMPUNAN Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Sulut, Veldy memperkuat hubungan antara pemerintah daerah dan media, serta mendorong pelatihan UMKM dan penguatan jaringan usaha berbasis akses perbankan.
2. Pembentuk Citra Lokal melalui Film dan Media
Veldy menyutradarai film Mariara, yang turut memperkenalkan budaya mistis Sulut; juga melalui media Sulut Hebat, ia memberi panggung bagi diskusi publik dan program-program pembangunan Odong–Steven.
3. Advokat Infrastruktur dan Sertifikasi Wartawan
Ia terlibat dalam penyelenggaraan Sertifikasi Kompetensi Wartawan (SKW) dan rapat SPRI pada akhir tahun 2022, serta rakerda HIPPI untuk penguatan jaringan entrepreneur lokal di awal 2022.
Sinergi Keduanya dalam Pemerintahan OD–SK
Bersama-sama, Michael dan Veldy di satu sisi membentuk strategi komunikasi dan kampanye kemenangan, serta di lain sisi memperkuat basis dukungan lokal melalui media, UMKM, dan budaya Sulut.
Peran Michael lebih ke ranah politik-strategis dan birokrasi nasional, sedangkan Veldy lebih fokus pada pemberdayaan masyarakat, media, dan ekonomi lokal.
Keterlibatan mereka berdua—meski berbeda bidang—telah memberikan kontribusi berarti dalam mengokohkan pemerintahan Olly Dondokambey dan Steven Kandouw serta memperkuat konektivitas antara Sulawesi Utara dan pusat pemerintahan negara.(LeKa)






