VIRAL! Dampak Sampah dan Reklamasi di Manado Utara Terhadap Kawasan Wisata Bunaken

Beberapa waktu lalu, seorang karyawan dari CV Daur Sinar Gemilang, Liu Kit Qiu Ku, memaparkan perjuangannya dalam mengumpulkan sampah jenis PET dan MIX yang mencapai 150 kilogram per hari. Ia aktif mengangkat sampah di berbagai lokasi, termasuk di bawah Jembatan Soekarno, Jembatan Kuning, Jembatan Megawati, Jembatan Mahakam, dan sejumlah jalur sungai besar di Kota Manado. Hasil dari pekerjaannya ini, ia mampu memperoleh penghasilan setara dengan UMP (Upah Minimum Provinsi) setiap bulannya. Namun, ia juga menyoroti dampak buruk yang akan terjadi jika sampah tidak dikelola dengan baik.

Fitria Lihawa, staf administrasi CV Daur Sinar Gemilang, mengakui bahwa jumlah sampah di Kota Manado terus meningkat. Mereka mampu menampung sekitar 1.200 kilogram sampah jenis PET dan MIX yang telah dipilah setiap hari, yang setara dengan 15 ton per bulan untuk sampah MIX dan 14 ton untuk sampah PET. Sampah yang telah dipilah tersebut dikirim ke beberapa perusahaan di Jakarta melalui kapal laut. Mereka juga menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kota Manado untuk mengelola sampah di muara sungai guna mencegah sampah masuk ke laut.

Baca Juga:  VIRAL! Inilah Pemenang Lomba Memancing KSAl Cup 2023

Perilaku masyarakat Kota Manado dalam membuang sampah juga menjadi perhatian. Beberapa orang masih belum sadar akan pentingnya memilah sampah dengan benar. Hal ini memicu kekhawatiran akan kondisi laut, terutama dengan meningkatnya jumlah sampah. Sampah plastik mikro yang masuk ke laut dapat berdampak buruk pada ekosistem laut dan kesehatan manusia, karena ikan yang mengonsumsi sampah plastik ini kemudian dikonsumsi oleh manusia.

Pemerintah Kota Manado telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi masalah sampah, termasuk pemasangan kubus apung dan jaring di beberapa sungai untuk mengurangi sampah yang masuk ke laut melalui muara sungai. Petugas kebersihan juga aktif mengangkat sampah dari muara sungai setiap hari. Selain itu, mereka berencana untuk bekerja sama dengan organisasi 3RproMar dari GIZ untuk mengubah mindset masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan, terutama ke laut.

Upaya pengelolaan sampah yang baik di Kota Manado menjadi kunci dalam menjaga lingkungan, terutama untuk mencegah dampak negatif sampah pada laut dan kawasan pesisir.