Selain itu, RI dan Timor Leste telah mencapai beberapa perjanjian kerja sama saat Perdana Menteri Taur Matan Ruak bertemu dengan Presiden Jokowi di Indonesia pada bulan Februari yang lalu. Perjanjian-perjanjian tersebut mencakup kesepakatan tentang kerja sama dalam bidang Pendidikan Tinggi, Pengembangan Sumber Daya Manusia, Teknik Perindustrian, Meteorologi, Klimatologi, Geofisika, dan Kawasan Ekonomi di Wilayah Perbatasan.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Jokowi juga menegaskan komitmen untuk terus memperkuat kerja sama antara kedua negara.
Meskipun Indonesia dan Timor Leste pernah mengalami masa-masa sulit dalam hubungan bilateral mereka, termasuk kejadian Operasi Seroja pada tahun 1975 dan referendum Timor Leste pada tahun 1999, hubungan antara kedua negara telah berkembang positif setelah Timor Leste meraih kemerdekaannya pada tahun 2002.
Sementara itu, hubungan Indonesia dengan Kepulauan Solomon juga telah mengalami pasang-surut. Pada tahun 2019, Kepulauan Solomon bersama Vanuatu mengangkat isu Hak Asasi Manusia (HAM) di Papua ke Dewan HAM PBB, mengkritik Indonesia terkait dugaan pelanggaran HAM di Papua dan Papua Barat.
Namun, saat ini hubungan antara Indonesia dan Kepulauan Solomon tampak lebih baik, dengan Kepulauan Solomon menyampaikan terima kasih kepada RI dalam Sidang Majelis Umum PBB tahun ini.
Menurut pengamat hubungan internasional Teuku Rezasyah, Kepulauan Solomon menganggap bahwa Indonesia mampu membawa aspirasi negara-negara di Pasifik Selatan ke tingkat dunia, termasuk isu lingkungan hidup dan pemberdayaan birokrasi.
Selain itu, Indonesia yang sering terpilih sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB juga menjadi faktor pendukung, dengan Kepulauan Solomon menganggap bahwa RI dapat bersikap adil terhadap negara-negara sedang berkembang.
Kepulauan Solomon dan Indonesia juga telah menjalin berbagai bentuk kerja sama, termasuk dalam bidang krisis iklim, perikanan, dan ekonomi. Indonesia telah memperkuat hubungan dengan negara-negara Pasifik, termasuk Kepulauan Solomon, sebagai salah satu prioritas dalam politik luar negerinya.
Sebagai simbol harapan dan persahabatan, Indonesia juga memberikan hibahan berupa Friendship Hall atau lapangan futsal multiguna kepada Kepulauan Solomon pada kunjungan Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudi, di tahun sebelumnya. Lapangan futsal ini melambangkan optimisme, kesempatan, dan masa depan yang cerah antara kedua negara.






