SWARAKITA.SWK – Implementasi progran Astacita Presiden Prabowo Subianto termasuk dilingkup Pemerintahan Provinsi Sulut rupanya masih setengah hati dan kuat dugaan adanya pembiaran.
Praktek terduga pelaku penyelewengan yang dilakoni sejumlah oknum pejabat Pemprov Sulut dan oknum-oknum pejabat teras satuan kerja serta oknum ASN, PPPK di lingkungan instansi tertentu masih dipelihara.
Malah hingga saat ini oknum-oknum dimaksud masih diberikan kepercayaan, padahal sangat meresahkan internal instansi teknis dan tidak mendapat tindakan.
Sangat disayangkan oknum pejabat pemprov Sulut yang diduga pelaku tindakan penyelewengan masih bersembunyi dibleakang Gubernur Sulut Yulius Selvanus seakan mereka (red,Oknum pejabat, pejabat teras, ASN) berperilaku seakan kepercayaan orang nomor satu di Provinsi Sulut.
Sejumlah aktivis penggiat anti korupsi menilai oknum pejabat, ASN besar kepala karena dilindungi.
“Aparat penegak hukum jangan tebang pilih menindak setiap terduga pelaku penyelewengan anggaran negara,” tegas Arthur Mumu.
“Jangan sampai terkesan mereka itu beranggapan dilindungi sampai tidak ada tindakan tegas APH,” ketus Mumu.
Diketahui kuat dugaan pejabat dan mantan pejabat Pemprov termasuk ASN yang ikut terlilit pusaran korupsi dan penyelewengan yang belum tersentuh semisal Denny Mangala, Rini Tamuntuan, Christian Iroth dan masih banyak pejabat teras instansi tertentu otak dan pelaku dugaan penyelewengan.(SWK)











