Tuntutan SEC terhadap Mantan Petugas Pemasyarakatan New Jersey atas Penipuan Kripto

Pada tanggal 23 Agustus 2023, Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) mengumumkan bahwa John DeSalvo, seorang mantan petugas pemasyarakatan di New Jersey, AS, telah didakwa atas tindakan penipuan dalam mengumpulkan dana melalui penawaran token blazar yang tidak terdaftar.
SEC menuduh DeSalvo telah menjual token yang kini tidak berfungsi dan berhasil mengumpulkan sekitar USD 620.000 atau setara dengan Rp 9,4 miliar (dengan asumsi kurs Rp 15.246 per dolar AS) dari sekitar 220 investor.
Dalam pernyataannya, SEC menyatakan bahwa DeSalvo terutama menargetkan petugas penegak hukum dan petugas pertolongan pertama dalam kasus ini.
DeSalvo juga dituduh telah salah mengklaim bahwa kripto tersebut terdaftar di SEC, dan dia menyakinkan investor bahwa koin blazar akan menggantikan sistem pensiun negara yang ada.
Untuk menarik lebih banyak korban, DeSalvo dikatakan telah memberikan janji pengembalian yang tinggi kepada investor yang setuju membeli token tersebut dengan potongan “otomatis” dari gaji mereka.
Namun, alih-alih menggunakan dana yang dikumpulkan untuk mendukung proyek tersebut, mantan petugas pemasyarakatan tersebut diduga telah menyalahgunakan dana tersebut dan bahkan mentransfer sebagian dana ke dompet kripto yang dia kendalikan.
Selain penipuan dengan token blazar, DeSalvo juga dituduh telah menyalahgunakan sejumlah besar dana yang dia kumpulkan dari peserta program investasi lain, yakni sekitar USD 78.000 atau setara dengan Rp 1,1 miliar dari total USD 95.000 atau setara dengan Rp 1,4 miliar yang dia terima. Sisanya, yaitu sekitar USD 17.000 atau setara dengan Rp 259,1 juta, hilang dalam investasi spekulatif.











