SWARAKITA.SWK – Kepala Sekolah SMK Negeri III Manado Sylvia Ransulangi diduga kuat melakukan pungutan liar dengan cara memotong gaji guru honorer sebesar 2 juta rupiah/guru.
Sedikitnya informasi dari sumber terpecaya menyebutkan ada kurang lebih 8 guru dipotong dengan alasan untuk membayar TGR, padahal tidak ada sama sekali TGR.
“Benar guru honorer dipotong gaji sebesar Rp 2 juta dengan alasan tambahan menutupi TGR,” ungkap sumber.
Usut punya usut pemotongan untuk dipakai pribadi Kepala Sekolah.
Selain dugaan pemotongan gaji guru honorer juga beredar informasi yang diterima swarakita dari internal adanya dugaan korupsi penyelewengan dana bos, dana peran serta masyarakat dan dana anfirmasi pendidikan menengah(ADEM) yang ditilep secara pribadi Kepala Sekolah ratusan juta rupiah.
Bukan hanya itu Kepala Sekolah SMK Negeri 3 itu dalam sejumlah kesempatan menakut nakutkan para guru kalau kepsek telah berkordinasi dan dekat sejumlah pejabat ataupun istri pejabat tinggi Pemprov Sulut.
Kepala Sekolah Sylvia Ransulangi ketika dikonfirmasi Minggu (3/8) via wahtsapp hingga berita ini tayang tidak ada jawaban.
Sementara itu berbagai pihak mendesak aparat penegak hukum agar bisa memberikan tindakan tegas kepada siapa saja kepala sekolah yang melakukan dugaan penyelewengan dana sekolah termasuk pungli.(swk)










